VIRUS MENYEBAR
Oleh: Joko Intarto
Dari Grobogan, Jawa Tengah, virus itu menyebar ke Ibukota Jakarta. Seorang kawan pengurus Lazismu meminta pendapat terkait konsep qurban yang akan dijalankan Lazismu DKI Jakarta tahun depan.
Saya pribadi tentu saja sangat senang. Konsep dasarnya sama persis dengan Wedhus Lemu yang dikelola Lazismu Grobogan sejak dua tahun terakhir. Juga sama dengan yang dikerjakan warga desa di Subang, Jawa Barat.
Sohibul Qurban diminta membayar lunas paket qurban pada 150 hari sebelum Idul Adha. Masa lima bulan itu digunakan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat desa melalui proses penggemukan di kandang.
Maka ada uang baru yang berputar di desa selama 5 bulan. Ada keluarga miskin yang memperoleh nafkah sebagai pemelihara ternak qurban selama 5 bulan. Terjadi multiplier effect di lingkungan warga desa.
Pada saatnya, menjelang hari Idul Adha 2024, hewan qurban pun siap. Di Grobogan, ternah qurban dipotong di desa Sedayu. Dagingnya dikirim ke desa-desa miskin di pelosok hutan perbatasan dengan Kabupaten Pati, Kabupaten Blora, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali.
Warga di desa-desa miskin itu sangat jarang mengonsumsi daging. Bahkan daging qurban sekali pun.
Di Desa Sarireja, Subang, ternak qurban juga dipotong di desa itu. Dagingnya dibagikan kepada warga miskin setempat.
Di Jakarta, Lazismu akan mengirimkan daging hewan qurban ke masyarakat nelayan miskin di Kepulauan Seribu. Meski jaraknya sepelemparan baru, ternyata banyak warga muslim dhuafa di Kepulauan Seribu yang selama ini belum tersentuh program distribusi daging qurban.
Bisakah masyarakat menerima konsep membayar lunas hewan qurban 150 hari sebelum Idul Adha? Awalnya saya ragu. Ternyata hasilnya di luar dugaan. Buktinya kandang Wedhus Lemu di Grobogan berkembang. Pada 2019 kapasitasnya hanya 19 ekor. Tahun ini daya tampungnya ditambah menjadi 100 ekor.
Di Subang, warga desa menyiapkan sebuah kandang komunal berkapasitas 150 ekor. Kandang sumbangan PT Pupuk Kujang itu disiapkan untuk memelihara domba qurban pada tahun depan.
Membayar lunas sekarang atau menjelang Idul Adha tahun depan sebenarnya sama saja bagi sohibul qurban. Tetapi membayar lunas 150 hari sebelum qurban berdampak ekonomi sangat besar di pedesaan.
Saya membayangkan, kalau setiap 50 orang kaya mau menyalurkan dana pembelian 350 ekor kambing qurban di satu desa, betapa bahagianya warga dhuafa di sana. Lazismu di setiap kabupaten/kota yang akan menanangani qurban pasti bisa menjadi off taker-nya.
Insya Allah saya akan berpartisipasi lagi untuk tahun ketiga. Nabung dari sekarang. Target bayar lunas pada bulan November 2023.(jto)