IMC

Desain tanpa judul (18)

Medianya Mahasiswa ITB-MG

TANPA ORDAL

Oleh: Joko Intarto

Menunggu terbitnya QRSBN seperti nunggu Kang Dawet di siang hari yang panas. Website yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika itu bolak-balik saya tengok. Siapa tahu QRSBN yang dinanti-nanti itu sudah muncul.

Sehari, dua hari, hingga seminggu, tim QRSBN tidak menjawab. Tracking monitor memperlihatkan, pengajuan masih ‘’diam’’ di tempat. Belum bergerak dari titik pendaftaran ke titik proses.

Aneh. Biasanya tim QRSBN sangat rajin melayani para penulis buku. Setiap pengajuan QRSBN akan selesai dalam 3 x 24 jam. Seperti janjinya dalam laman website-nya.
Mengapa kali ini sangat lama? Hingga 7 hari tidak ada kabar berita? Padahal petugas percetakan sudah menunggu-nunggu.

Tidak bisa telepon petugas pelayanannya? Layanan QRSBN memang tidak menyediakan fasilitas komunikasi antara petugas dengan penulis, atau sebaliknya.

QRSBN tidak mengakomodasi ‘’ordal’’ alias ‘’orang dalam’’. Setelah upload syarat dokumen yang sesuai, penulis diminta menunggu. Nanti akan ada email berisi komentar (kalau syarat tidak lengkap) atau persetujuan (kalau syarat sudah lengkap).

Karena tidak ada ‘’ordal’’, satu-satunya cara berkomunikasi adalah mengulangi pengajuan QRSBN tersebut. Lima jam setelah file dikirim, barulah muncul komentar: ‘’Pengajuan Anda sebelumnya masih dalam antrean pelayanan’’.

Oh, rupanya hari-hari menjelang tutup tahun sangat banyak yang mengajukan QRSBN. Mungkin banyak buku pesanan pemerintah yang harus diselesaikan pembayarannya dengan anggaran tahun ini. Entahlah.

Yang pasti, buku ‘’Agen Mental Juara’’ sekarang siap dicetak. Buku ini mengisahkan orang-orang biasa yang sangat sukses membuka usaha Agen Pegadaian di berbagai wilayah. Dari 200 ribu agen, dipilih 20 orang saja.

Value atas buku ini ada pada kisah perubahan mindset yang dialami para agen:
1. Dari tidak punya smartphone mejadi melek digital/
2. Dari masyarakat kelas bawah menjadi konsultan keuangan dengan omset miliaran sebulan.
3. Dari warga berpendapatan Senin – Kamis menjadi puluhan juta rupiah per bulan.
4. Melayani daerah pelosok sampai dikejar buaya pun dilakoni.
Sangat menginspirasi. Tidak terbayangkan sebelumnya.

QRSBN adalah serial book number yang diterbitkan dalam bentuk kode digital (QR). QRSBN ibarat lemari yang mendata semua jenis buku yang terbit di seluruh dunia. Untuk Indonesia, nomornya diawali dengan angka: 62. Persis kode negara dalam sistem telekomunikasi.(jto)