IMC

Desain tanpa judul (18)

Medianya Mahasiswa ITB-MG

Data scientist merupakan profesi yang sangat dibutuhkan di era revolusi industri saat ini, dan akan semakin dibutuhkan di masa depan. Kebutuhan tersebut tidak terbatas pada industri rintisan teknologi (startup) yang kini telah banyak yang sukses menjelma menjadi unicorn. Akan tetapi juga dibutuhkan pada hampir semua bidang industri seperti energi, perbankan, manufaktur, kesehatan, dan berbagai industri jasa. Kebutuhan yang besar tersebut saat ini belum diimbangi dengan ketersediaan SDM data scientist.

Dengan kemunculan Revolusi Industri 4.0 ditambah dengan begitu banyaknya teknologi yang muncul, jurusan Sains Data menjadi cukup menarik dijadikan sebagai pilihan. Lebih-lebih jika mengingat sekarang ini banyak perusahaan yang ikut menggunakan sains data untuk pengembangan bisnis. hampir semua lembaga, perusahaan, organisasi bahkan individu, setiap saat menghasilkan data dan informasi, melalui berbagai perangkat komunikasi. Melimpahnya data ini akan terus berkembang di masa depan. Dari data yang melimpah tersebut, banyak data yang merupakan informasi yang bermanfaat dan diperlukan. Namun demikian banyak juga data yang merupakan ‘sampah’ yang menjadi polusi informasi.

Dengan adanya trend ini, kebutuhan perusahaan pada tenaga data sains tentu menjadi semakin meningkat. Bahkan, salah satu survei yang dilakukan oleh IBM atau Institute of Business Management for Business Value mengungkapkan bila kebutuhan lulusan jurusan data sains mengalami lonjakan yang begitu signifikan dari seluruh dunia.

Konsentrasi bidang Keilmuan Sains Data

Sebelum adanya Jurusan atau Prodi Sains Data pada jenjang S1, orang-orang yang saat ini bekerja dengan big data memiliki latarbelakang pendidikan yang beragam. Karena sifatnya yang multidisipliner atau transdisiplin, Sains Data dapat dipelajari melalui beberapa jurusan atau prodi seperti Teknik Informatika, Matematika, atau Statistika.

Pada dasarnya, Sains Data mempelajari data yang terstruktur dan tidak terstruktur. Contoh data yang terstruktur yaitu data demografi dan data keungan. Sementara data yang tidak terstruktur seperti video, foto, email, media sosial, dan seterusnya. Data yang dianalisis dalam Sains Data khususnya bersifat kuantitatif atau numerik, yang dipelajari juga pada Jurusan atau Prodi Statistika, Aktuaria, dan Matematika.

Pengetahuan dan Keahlian

  • Pengetahuan konsep dan metode statistika serta matematika
  • Pengetahuan model pemrograman
  • Pengetahuan perangkat lunak sesuai kebutuhan
  • Kemampuan mengolah dan menganalisis data agar menghasilkan rekomendasi proses pengambilan keputusan
  • Kemampuan menguasai bahasa pemrograman, pengambilan informasi serta visualisasi data
  • Kemampuan mengambil keputusan sesuai data yang tersedia

Prospek Kerja

Kini banyak perusahaan yang melihat data sebagai “new oil”. Seperti minyak, data akan sangat berharga. Tetapi jika tidak diolah dengan benar, minyak itu tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Oleh karena itu, dibutuhkanlah para ahli data untuk membuatnya menjadi bermanfaat dan menguntungkan.

Sehingga tidak mengagetkan bahwa posisi-posisi dalam job family data merupakan posisi yang kian dibutuhkan. Perannya dalam perusahaan sangatlah vital, kemampuan menganalisa data untuk mendapatkan insight yang mendukung pengambilan keputusan bisnis merupakan kompetensi yang cukup mahal.

Melihat fakta bahwa kebutuhan akan Data Scientist semakin meningkat setiap tahunnya, tentunya prospek kerja data science tidak perlu diragukan lagi. Menurut IBM, kebutuhan ini melonjak hingga 28% dan akan terus berlanjut hingga beberapa tahun mendatang. US Bureau of Labor Statistics pun melihat pertumbuhan data science yang semakin kuat, hingga memasukkan data science dalam daftar 20 pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat, pertumbuhannya diperkirakan mencapai 22% hingga 10 tahun kedepan.

Tidak hanya menjadi pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat, Data Scientist pun masuk dalam daftar 50 pekerjaan terbaik di Amerika tahun 2021 menurut Glassdoor. Dalam daftar tersebut Data Scientist berada di urutan kedua, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang berada di posisi ketiga. Selama 2021, menurut Glassdoor ada 8.806 lowongan yang terbuka untuk pekerjaan Data Scientist.

Bahkan LinkedIn mencatat sejak 2012 hingga saat ini, pekerjaan data science telah meningkat sebanyak 650%. Di Indonesia sendiri tercatat lebih dari 1.000 lowongan pekerjaan data science selama beberapa bulan terakhir.

Hal ini menggambarkan betapa kebutuhan akan Data Scientist semakin meningkat dan yang Anda perlukan saat ini adalah bagaimana Anda bisa bersaing dan sesuai dengan kriteria yang perusahaan inginkan