IMC

Desain tanpa judul (18)

Medianya Mahasiswa ITB-MG

Penanganan stunting merupakan salah satu program strategis Muhammadiyah yang dilaksanakan majelis, lembaga dan organisasi otonom di bawah persyarikatan itu.

AYAM STUNTING

Oleh: Joko Intarto

————————————————

Dari gagasan menjadi narasi. Selanjutnya program penanganan keluarga rawan stunting (KRS) melalui wakaf manfaat induk ayam memasuki tahap implementasi. Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dipilih sebagai wilayah pertama. Pengurus Cabang Aisyiyah Kecamatan Candi, Majelis Pendayaguaan Wakaf dan Lazismu Sidoarjo yang menjadi pelaksana.

————————————————

YEKTI Pitoyo baru saja menyelesaikan proposal penanganan KRS di wilayah Kecamatan Candi. Rencananya program tersebut akan dimulai bulan November 2023 mendatang. Agenda programnya: Mendistribusikan bantuan makanan tambahan berupa daging dan telur ayam kepada 30 KRS. Nilai paketnya sama dengan yang dibagikan pemerintah melalui Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

 

Paket bantuan makanan tambahan itu diadakan secara swadaya. Kegiatan rutin itu dilaksanakan setiap bulan, sejak masa pandemi Covid-19. Warga Aisyiyah Kecamatan Candi yang melakukan penggalangan. ‘’Untung yang ini masih berupa proposal. Kita akan revisi paketnya dari daging dan telur ayam menjadi paket indukan ayam,’’ katanya.

Paket wakaf manfaat indukan ayam itu, kata Yekti, ada nilai plus dan minusnya. Nilai plusnya: Selain bisa mengatasi risiko stunting, paket tersebut juga bisa meningkatkan kemampuan ekonomi KRS karena bisa menjual Sebagian telur dan ayam hasil penetasan. ‘’Minusnya, program ini hanya bisa diberikan kepada KRS yang memiliki pekarangan,’’ kata Yekti.

Rencananya paket daging ayam dan telur untuk KRS tersebut akan diganti dengan seekor ayam jago dan lima ekor ayam babon. Ditambah dengan biaya kendang dan pakan, nilai paket itu setara dengan Rp1.000.000.

Namun setelah dicek, harga ayam di pasar Sidoarjo ternyata lebih murah dari perkiraan. Ayam jago harganya paling mahal Rp 100.000 per ekor. Sedangkan harga babon paling mahal Rp75.000 per ekor. Komposisi yang ideal adalah 1 ekor jago dan 3 ekor babon. Paket wakaf Rp1.000.000 akan diwujudkan menjadi 2 ekor jago dan 6 ekor babon.

Tabel belanja paket wakaf manfaat senilai Rp1.000.000/paket.

Enam ekor ayam babon akan menghasilkan kurang lebih 72 butir telur.  Sebagian dikonsumsi. Sebagian lagi ditetaskan. Setahun siklusnya tiga kali. Berarti pada tahun pertama akan dihasilkan manfaat berupa 216 butir telur dan 90 ekor ayam. Itu baru dari generasi pertama. Belum dari generasi kedua, minimal bertelur satu periode pada tahun pertama program.

Simulasi hasil atas paket wakaf manfaat senilai Rp1.000.000.

‘’Wow, menarik banget. Dengan wakaf sekali senilai Rp1.000.000 bisa menghasilkan manfaat berkali lipat. Tahun pertama menyelesaikan masalah stunting sekaligus punya sumber pendapatan. Tahun kedua meningkatkan pendapatan KRS sekaligus mempertahankan kondisi gizinya yang sudah baik,’’ lanjut karyawan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo itu.

Bila biaya produksi dan risiko kematian ayam totalnya 50%, nilai manfaat program ini masih sekitar 8 kali lipatnya. ‘’Insya Allah, wakif akan bahagia melihat hasilnya nanti,’’ lanjut Yekti.

Dalam pelaksanaannya nanti, penerima program akan diberi pelatihan beternak ayam di lahan sempit dengan kandang bersih. Konsep peternakan ini sudah mulai popular di Sidoarjo. Hasilnya tidak kalah bila dibandingkan dengan beternak di kendang luas.

Begitulah liku-liku tahap implementasi program. Banyak detail persoalan yang harus diketahui untuk dimitigasi. Kelak, akan menjadi pengetahuan yang bisa ditularkan ke seluruh Indonesia. Saat itulah, program wakaf manfaat indukan ayam sebagai strategi penanganan stunting ditingkatkan menjadi program nasional sepanjang tahun.(jto)

======================================================

Penulis adalah anggota Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah,

Membidangi kerjasama dan investasi.

Whatsapp: 081386191010     |     email: intartosaja@gmail.com