Sebelum mengambil kesimpulan, ada baiknya kita bahas lebih dulu, apa sebenarnya tujuan dan target kampanye digital itu?
Agar tidak salah persepsi, ada baik saya jelaskan perbedaan tujuan dan target. Tujuan adalah hasil akhir dari sebuah proses. Target parameter pencapaian tujuan.
LANGKAH I:
TETAPKAN TUJUAN KAMPANYE
Berbagai perusahaan dan lembaga mengalokasikan dana besar untuk melakukan kampanye digital. Tujuan yang ingin dicapai tentu saja berbeda-beda. Bila dikelompokkan, tujuan kampanye digital bisa dibagi menjadi beberapa hal:
LANGKAH I:
TETAPKAN TARGET KAMPANYE
Berbeda dengan tujuan kampanye yang sifatnya abstak, target kampanye sifatnya adalah nyata. Biasanya diterjemahkan dengan angka-angka. Misalnya:
Silakan pasang target sesukanya. Tapi, harus realistis. Tidak ada rumus pasti. Berdasarkan intusisi saja. Kalau biasanya yang ‘’like’’ hanya 100, bayangkan target baru bisa di-‘’like’’ 150 orang. Kalau biasanya yang bertransaksi dari satu kampanye 50 orang, buatlah target 75 orang.
LANGKAH 3
MERENCANAKAN MEDIA KAMPANYE
Media kampanye perlu direncanakan. Apalagi kalau lembaga itu memiliki banyak media. Perencanaan media diperlukan untuk memudahkan dalam perencanaan konten.
Dalam kampanye digital, pola ini adalah yang paling popular. Konten dikampanyekan melalui berbagai media sosial dengan tujuan menggiring pembaca untuk mengunjungi website milik lembaga. Mengapa begitu? Sebab dari website itulah pembaca akan mendapatkan layanan seperti:
Melalui model interaksi melalui website inilah, kita akhirnya akan mendapatkan database baru.
LANGKAH 4:
MERENCANAKAN KONTEN
Begitu banyak konten yang bisa dibuat sebagai materi kampanye digital di media sosial. Berikut beberapa di antaranya:
Sesuai perencanaan media. materi-materi kampanye melalui media sosial itu haruslah bertujuan untuk menggiring pembaca membuka link website kita. Di website inilah bisa diperoleh informasi dan pelayanan yang lengkap.
Jadi, konten yang dibuat memang tidak cukup satu. Harus banyak. Konten yang satu mengarah ke pembaca tertentu. Konten yang lain mengarah ke pembaca yang lain lagi.
Produksi konten tidak harus mahal dan sulit. Sebuah smartphone yang baik bisa menjadi alat produksi video yang cukup oke untuk media sosial.
LANGKAH 5
MERENCANAKAN KAMPANYE
Bila langkah 1 – 4 sudah siap, saatnya merencanakan kampanye. Kampanye ini bisa dilakukan dengan dua teknik:
Kampanye organik artinya kampanye yang mengandalkan respon publik dengan cara apa adanya. Kalau Anda punya website atau media sosial dengan pembaca yang besar, kampanye Anda akan berhasil walau tanpa biaya promosi.
Bagaimana kalau website atau media sosial kita masih sedikit membernya? Atau membernya banyak tetapi tidak banyak yang merespons? Gunakan kampanye berbayar.
Teknik kampanye berbayar secara mudah begini: Ada sebuah mesin pengirim pesan di media-media sosial yang tugasnya menyodorkan informasi yang kita rencanakan kepada para pengguna media sosial itu.
Kalau Anda punya akun Facebook Suit, akan mudah mengetahui berapa biaya kampanye yang harus Anda siapkan untuk menjangkau jumlah pembaca tertentu. Makin banyak, makin mahal.
Untuk menjalankan kampanye digital, Anda bisa melakukan sendiri. Tetapi kalau belum mahir, gunakan jasa biro iklan digital. Mereka akan bisa membantu merencanakan konten hingga evaluasi hasil.
LANGKAH 6:
SIAPKAN TIM OFFLINE
Bila seluruh persiapan kampanye digital sudah siap, jangan lupa yang satu ini: Tim offline seperti customer service dan telemarketing.
Tanpa mereka, apalah artinya kampanye digital? Nanti banyak orang merespons, ternyata tidak ada petugas yang menerima telepon, tidak ada yang follow up pertanyaan di media sosial dan lain-lain.
Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat.(jto)
Joko Intarto
Founder of Jagaters Studio