IMC

Desain tanpa judul (18)

Medianya Mahasiswa ITB-MG

EVOLUSI BUKU
Oleh: Joko Intarto

Saya mendapat kiriman ‘’sesuatu’’ dari seorang sohib melalui Whatsapp. Isinya link corporate book satu perusahaan emiten. Saya tidak akan menyebarkan link tersebut karena masih berupa konsep kreatif. Kurang etis kalau ‘’dibocorkan’’. Tapi saya akan ceritakan saja garis besarnya.

Dari link itu, saya yakin: Evolusi buku telah memasuki versi 3.0: Interactive e-book. Bahwa belum popular, itu soal lain. Tingkat kesulitan produksinya lebih tinggi. Otomatis waktu pengerjaannya lebih lama dan ongkosnya lebih mahal.

Namun harus diakui, visualnya jauh lebih menarik. Text dan image bisa ‘’dihidupkan’’ dengan sentuhan motion graphics. Audio/video bisa di-embet melalui hyperlink sehingga tidak mengganggu tampilan awalnya.

Sudah pasti lebih keren dibandingkan versi 2.0: e-Book. Walau sudah paperless, tetap seperti buku versi 1.0: Buku cetak yang statis.

Untuk pembuatan company profile dan executive summary, saya rasa menarik. Karena jumlah halamannya tidak terlalu banyak. Semahal-mahalnya, masih masuk akal.
Tapi untuk buku yang tebalnya mencapai ratusan halaman, saya pesimistis bisa jadi produk laris. Kecuali, ada otoritas yang mewajibkan pembuatan interactive e-book untuk laporan.

Terlepas dari aspek pasar, kehadiran interactive e-book itu sangat menantang. Saya sudah bisa membayangkan betapa pentingnya peran para desainer graphics dalam penerbitan buku modern di masa depan.

Saya pun ingin mencari tahu siapa anak-anak muda yang punya minat mempelajari interactive e-book. Ayo berkolaborasi membangun jasa penerbitan buku masa depan.

Ternyata, era buku masa depan itu sudah datang. (jto)