IMC

Desain tanpa judul (18)

Medianya Mahasiswa ITB-MG

PAY LATTER SYARIAH
Oleh: Joko Intarto
——
Namanya ‘’BankZiska’’ Tapi BankZiska bukanlah bank. Setelah beroperasi lima tahun, BankZiska berhasil menjadi model pemberdayaan pengusaha mikro dari jerat rentenir di Jawa Timur.
——
Flyer elektronik itu saya terima Senin lalu melalui jejaring Whatsapp. Tampak seorang pria paruh baya berdiri di samping banner berlogo BankZiska, Bank Indonesia dan IFES dengan tulisan mencolok: ‘’Bye Bye Pay Latter…’’
Saya kenal pria dalam flyer itu: Ia eksekutif di sebuah Perusahaan petro chemical di Gresik dan pengurus Lazismu Jawa Timur. Namanya Agus Edy Sumanto.
Lima tahun terakhir , kami sama-sama aktif di Lazismu. Saya di pusat. Ia di Jawa Timur. Sekarang tambah sering berkomunikasi. Kami sama-sama menjadi pengurus Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) PP Muhammadiyah.
Rupanya ia Jumat malam diundang BI untuk berbagi pengalaman mengelola BankZiska membantu pengusaha mikro yang menjadi korban rentenir. Forumnya keren pula: Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), agenda tahunan Bank Indonesia untuk mendorong pengembangan perekonomian syariah di Indonesia.
Tiga tahun lalu, BankZiska masih berstatus pilot project. Skalanya masih kecil. Areanya pun