IMC

Desain tanpa judul (18)

Medianya Mahasiswa ITB-MG

Oleh: Hadi Tanuji

Tak ada seorangpun yang bercita-cita untuk gagal. Semua orang menghendaki kesuksesan dalam semua hal yang dijalani baik itu dalam pertemanan, usaha, rumah tangga, sekolah, kuliah dan lain-lain. Tapi apakah semua orang mengelola hidupnya dengan baik agar sukses? Jawabannya adalah tidak, tidak semua orang mengelola hidupnya dengan benar.

Kita semua tahu bahwa ada resiko gagal dalam apapun yang kita lakukan. Oleh karena itu, cara terbaik adalah memahami apa yang kita lakukan, memahami aturan, dan membuat perencanaan dengan baik. Kita perlu tau bahwa siapapun yang gagal merencanakan maka sebenarnya ia merencanakan kegagalan. Tak berhenti sampai situ, kita masih harus memenejnya untuk meminimalisir resiko gagal dan meningkatkan peluang sukses. Namun melakukannya tidak semudah mengucapkannya hehehe… Perlu kerja keras dan kekonsistenan.

Dalam dunia perkuliahan saat ini yang banyak gangguan, mahasiswa perlu memahami bagaimana manajemen praktis mencapai sukses akademik. Jadi bukan hanya berangkat, mendengarkan kuliah, jajan di kantin, ngobrol dan kemudian pulang. Begitu terus berulang-ulang hanya untuk disebut sebagai mahasiswa oleh orang sekitar. Mahasiswa harus punya strategi, trik, dan kiat untuk menakhlukkan kampus, … merebut dan menguasainya,,, ehm tapi nggak sejauh itu sih hehehe. Mahasiswa harus menakhlukkan kampus, yaitu mencapai sukses akademik: keluar bawa ijazah dan menguasai ilmu pengetahuan, bukan hanya ijazah tapi otaknya kosong. 

Naah berikut ini adalah kiat-kiat manajemen praktis untuk mencapai sukses akademik di bangku kuliah. 

Menumbuhkan Kepercayaan Diri

Langkah pertama adalah menumbuhkan kepercayaan diri bahwa Anda punya potensi besar untuk meraih sukses di bangku kuliah. Ini adalah langkah awal yang perlu dimiliki.  Anda harus percaya diri, yakin bahwa anda pasti bisa. Keyakinan ini akan menjadi konsep diri. Apapun yang terjadi, anda harus tetap percaya diri. Jangan perdulikan wajah yang pas-pasan, wajah gak masuk hitungan untuk sukses di bidang ini. Allah juga tidak akan melakukan hisap berdasarkan wajah, cantik dan ganteng masuk surga, jelek ke laut aja,,, tidak. Apalagi wajah udah pas-pasan, minderan pula, duh lengkap nian. Jadi,,, tumbuhkan rasa percaya diri anda bahwa anda punya potensi.  

Kepercayaan diri ini muncul karena memang kita semua punya potensi intelektual. Rasa percaya diri akan berpola positif apabila ditunjang oleh usaha yang gigih agar potensi intelektual yang ada dapat teraktualisai secara optimal dalam kegiatan perkuliahan.

Kesehatan

Menjaga kesehatan itu perlu dan sangat penting. Jangan sampai baru diberi tugas ngerjain soal 1 halaman aja sudah ngeluh masuk angin, sakit kepala, demam, pegel-pegel dan semua keluhan lain. Lemah.

Beban studi yang tidak ringan jelas memerlukan dukungan faktor kesehatan. Karena itu, anda harus betul-betul memperhatikan masalah kesehatan tubuh.  Berupayalah agar memiliki kesehatan tubuh yang selalu prima sehingga Anda dapat mencapai hasil optimal dalam menyelesaikan beban kuliah, tugas, dan praktikum. Menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan cara rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan bergizi, beristirahat secara cukup, dan berpikir positip.

Metode Belajar

Metode belajar di perguruan tinggi sangat berbeda dibandingkan dengan masa di SMA. Masa sekolah di SMA adalah masa yang paling indah … duh bukan ini sih maksudnya.  Di perguruan tinggi seorang mahasiswa dituntut bukan hanya sekedar “bisa”, tetapi dituntut sampai pada tingkat “memahami”.  Nah ini yang sering dilupakan.  

Proses mencapai pemahaman adalah mengkaitkan setiap informasi dengan fakta, atau mengkaitkan fakta dengan informasi. Faktor terpentingnya, adalah informasi. Karenanya, informasi (tentang mata kuliah) harus selalu ditambah. Penambahan informasi bisa diperoleh dari diktat kuliah, buku-buku yang berhubungan dengan topik perkuliahan, buku ajar yang dijadikan sebagai referensi dan juga dari berselancar di dunia maya untuk mengayakan informasi yang Anda miliki. Biasanya yang paling berpengaruh banyak dalam memperkaya informasi adalah buku ajar yang jadi referensi mata kuliah tersebut. Buku-buku tersebut selain dapat memperluas konsep dasar dari mata kuliah yang bersangkutan juga dapat melatih Anda untuk mengerjakan bentuk-bentuk soal yang biasanya disertakan pada akhir tiap bab.  Buku ajar ini kebanyakan ditulis dalam bahasa Inggris.  Karenanya, kemampuan bahasa Inggris merupakan salah satu penunjang kesuksesan akademik di perguruan tinggi. Jadwalkan waktu belajar dengan baik dan belajarlah secara teratur, meskipun waktu ujian masih jauh. Jangan pernah menyerah saat bertemu dengan materi yang sulit, baca, ulangi, ulangi dan ulangi hingga betul-betul paham.

Perbanyak Relasi

Langkah berikutnya adalah memperbanyak pertemanan baik dengan sesama mahasiswa, dosen, pegawai, pemilik kost, tetangga kost, dan orang-orang yang Anda fikir bisa berguna untuk kesuksesan  anda.  Kalau anda punya kesulitan pada mata kuliah, anda bisa berdiskusi dengan dosen. Kalau anda kesulitan membayar kost, anda bisa melobi pemilik kost. Kalau anda kehabisan uang saku, ada temen anda yang punya nasib sama, jadi tidak sendirian hehehe.  Intinya, punya relasi banyak itu akan diperlukan untuk mendukung kesuksesan Anda.

Siap dan Mantap Menghadapi Ujian

Ujian merupakan momen penting yang menentukan keberhasilan mahasiswa dalam suatu mata kuliah.  Dalam menghadapi ujian di perguruan tinggi, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut :

  • Tenang dan percaya diri. Tenang dan percaya diri ini merupakan komponen utama dalam menghadapi ujian. Tapi bukan tenang sembarang tenang. Nggak persiapan, nggak belajar tapi sok ditenang-tenangkan, bukan begitu. Tenang dan percaya diri di sini ya setelah mempersiapkan diri dengan baik. Hindarkan perasaan stress, gugup, atau gelisah yang hanya akan menghancurkan konsentrasi dan menggerogoti daya berpikir Anda. Penting juga Anda berdoa minta ketenangan kepada Allah SWT.
  • Mempersiapkan diri dengan baik tentang topik yang akan diujikan. Idealnya, pemantapan atau penguasaan mata kuliah hendaknya dilakukan secara bertahap, sejak jauh-jauh hari. Bukan secara dadakan dengan gaya “SKS” (Sistem Kebut Semalam). Penumpukan informasi dalam skala besar dalam waktu yang singkat sangat tidak efektif dan hanya akan memberikan beban yang berlebihan (over-loaded) terhadap otak. Ujung-ujungnya setelah ujian ya lupa lagi dengan materi yang sudah dipelajari.
  • Mengetahui format soal ujian untuk tiap mata kuliah yang biasanya berbeda-beda antara satu mata kuliah dengan mata kuliah lainnya. Untuk mengetahui hal ini dapat dilihat pada berkas ujian pada tahun sebelumnya. Hubungan yang baik dengan kakak kelas dalam hal ini tentu akan sangat membantu. Atau bisa tanya ke dosen mata kuliah yang bersangkutan.
  • Mempersiapkan semua sarana-prasarana alat-peralatan dan segala atribut yang diperlukan, seperti KTM, pulpen minimal 2 buah yang sudah diperiksa, jangan mengandalkan pinjam peralatan teman, bisa jadi teman anda juga mengandalkan anda. Nah loh. Meskipun sepertinya sepele, namun bila tidak disiapkan secara apik dan cermat, akan bisa mempengaruhi mental kita dalam mengerjakan soal ujian. Sementara teman-teman anda mengerjakan soal ujiannya, anda masih sibuk nyari ballpoint.

Cari Tempat Bersandar

Naah ini juga gak kalah penting. Anda harus punya tempat bersandar yang kokoh, kuat dan tidak lemah. Tempat bersandar ini haruslah yang mampu secara signifikan membantu anda, tempat anda menitipkan beban yang tidak seharusnya anda pikul saat anda mengerjakan sesuatu. Allah SWT, Dialah sandaran terbaik. Anda tak akan pernah kecewa. Anda bisa curhat kapan saja menyampaikan segala keluh kesah Anda, bisa menangis tanpa perlu malu. Bahkan Anda bisa minta tolong kepada-Nya untuk membantu Anda. Dialah Allah SWT. Tak ada yang lain. Yang lain hanya bisa PHP. Berharap pada yang lain hanya akan mengantarkan kepada kekecewaan.

Demikian uraian singkat tentang manajemen praktis bagi siapapun yang ingin sukses di bidang akademik. Mudah-mudahan sebutir debu ini bisa memberi manfaat, membantu memberikan pencerahan sehingga waktu, tenaga, dan potensi yang ada dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain? Wallaahu a’laam.

Bandung, 09 Maret 2023